Monday, October 22, 2018

Kata Syaitan, "...Aku Tidak Dapat Selamatkan Kamu dan Kamu Tidak Dapat Selamatkan Aku

Sesungguhnya panduan dan penyelesaian kehidupan manusia telah ALLAH subha nahu wa ta’ala wahyukan kepada Junjungan Besar kita, Nabi Muhammad sallallahu`alaihi wasallam (S.A.W) dan dikitabkan di dalam Al-Quran Kareem.



Adapun manusia tergolong kepada mereka yang mukmin, golongan kafir dan orang-orang yang munafik. Maka ALLAH subha nahu wa ta’ala telah memerintah seluruh manusia agar menunaikan ibadah yang bermaksud kembali bertaqwa kepadaNya; menunaikan tanggungjawap dan perintah Maha Pencipta ke atas makhlukNya.

ALLAH subha nahu wa ta’ala telah berfirman di dalam Al-Quran Surah Ibrahim; di dalam ayat terpilih yang bermaksud : 




Maka segala kejadian manusia di dunia telahpun dijelaskan di mana sebab dan akibahnya (Cause and effect) di atas pilihan (CHOICES) yang diambil manusia akan dihisapkan pada hari Himpunan maklukh ALLAH azza wa jalla di Padang Mahsyar nanti.

Di kala itu, setelah selesai perhitungan amalan pahala dan dosa, mereka dari para penghuni Syurga mulai dibawa masuk ke Syurga termasuklah kalangan yang mendapat syafaat dipimpin Nabi Muhammad sallallahu`alaihi wasallam (S.A.W) menjalani kenikmatan yang telah ALLAH janjikan kepada mereka yang tunduk pada perintahNya. Manakala golongan penghuni Neraka turut dikerahkan ke Neraka bagi menjalani azab yang dijanjikan ALLAH.

Di dalam Neraka, berlaku kekecohan di kalangan penghuninya yang mulai merasakan azab dalam penuh keharuan. Mereka mulai mengherdik dan mencaci dan menghina sepertimana pernah suatu masa dulu ketika di dunia; menyalahkan satu sama lain dan kali ini ditujukan kepada Syaitan Laknatullah.

Lantaran itu Syaitan Laknatullah telah mengambil tempat di pentas mimbar yang diperbuat dari api yang membahang, untuk menyampaikan khutbahnya dan penghuni Neraka dengan wajah tertunduk penuh kekesalan mendengar khutbah itu yang sebagaimana di dalam Al-Quran Surah Ibrahim, ayat 22 yang bermaksud,



Penghuni Neraka (manusia yang memilih mengengkari perintah ALLAH) ketika itu baru menyedari, selama ini mereka sudah tertipu oleh rayuan dan pujukan Syaitan selama mengerjakan berbagai pekerjaan dosa dan maksiat. Mereka mulai mengesali, kenapa mereka tidak mendengar nasihat orang lain ke jalan kebaikan dan kebenaran. Mereka pun mulai menyesal bertemankan orang-orang yang menyesatkan mereka (dari kalangan mereka jua) dan Syaitan sebagaimana disebut di dalam Al-Quran Surah Al Furqan,


Namun penyesalan mereka sudah tidak berguna sedikitpun. Mereka memohon pada ALLAH untuk kembalikan ke dunia, memperbaiki amalan dengan beramal soleh dan mengerjakan ibabah, seperti disebut di Al-Quran Surah As Sajdah; ayat 12 yang bermaksud:




Begitu jugalah keadan orang kafir dan mereka yang tidak beriman kepada ALLAH di Akhirat nanti, hanya mampu meratap dan menyesali diri. Namun tangisan dan ratapan mereka tidak mengurangkan azab yang ditanggung. Di Neraka, golongan ini tidak mati dan tidak pula hidup; mereka diberi minum nanah dan air mendidih. Kematian mendatangi mereka dari segenap penjuru namun kematian itu tidak pernah menyentuh mereka, sebagaimana di dalam AL-Quran Surah Ibrahim; ayat 17:


Terdapat di antara mereka yang tidak tahan penderitaan meminta pada malaikat penjaga Neraka, agar ALLAH mematikan mereka, selesai semua penderitaan itu. Malaikat Malik; Penjaga Neraka seraya berkata, “Tidak ada lagi kematian sesudah ini, tinggallah di Neraka ini selamanya”, sebagaimana di dalam Al-Quran Surah Az Zukhruf; ayat 77:


Sepanjang waktu di dalam Neraka mereka menderita azab tanpa putus-putus, sekadar mampu menyesali diri. Namun segala kesalan tidak berjaya mengurangkan penderitaan walau sedikitpun. Rasa sesal mereka ucapkan seperti di dalam Al-Quran Surah Al Mulk; ayat 10:




Mereka hanya mampu berandaian, kiranya mereka mendengarkan nasihat para Rasul, ulama, dan orang yang mengajak mereka ke jalan ALLAH, serta menggunakan akal dan fikiran mereka sebaiknya tanpa tunduk dan akur kepada nafsu amarah, tentu mereka tidak masuk ke dalam Neraka Jahanam dan ditemani mereka yang lain (terhasut sama) sperti disuratkan di dalam Al Quran Surah Ibrahim, ayat 30 yang bermaksud, 


Sekianlah sedikit cebisan bacaan dan pemahaman sepanjang melayari kehidupan mencari keberkatan ALLAH subha nahu wa ta’ala jauh dari ketaksuban dunia bertopengkan kuasa… tiada yang kekal melainkan ALLAH dan dengan kehendakNya. Manusia hanyalah makhluk ciptaan ALLAH bukan untuk dipuja dan disanjung melainkan Nabi Muhammad sallallahu`alaihi wasallam (S.A.W) sebagai pedoman yang maksom, Baginda Nabi terus berusaha memperbaiki diri dan memohon keampunan dari Yang Maha Pencipta… inikan kita. Al-Quran Surah Ibrahim, ayat 52 memberi ingatan: 


Dari tanah asal kita, kepada tanah jua kita kembali tanpa Seurat benang atau anugerah membaluti jasad selain kain serba putih dan TIGA amalan; bukan darjat kebesaran atau harta Duniawi… 


Wallahu A'lam Bishawab.

No comments:

Post a Comment